kredit gambar : bukuindonesia(dot)com
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kolom call for article yang ada di website ini merupakan wadah untuk membangun tradisi literasi di HMI FIA UB. Mau diakui atau tidak tradisi literasi khususnya di HMI FIA UB memang masih lemah. Pun demikian di tempat lain.
Kegiatan
literasi di Indonesia memang masih rendah. Data dari UNESCO 2015 terbaru menunjukkan minat
baca di Indonesia hanya 0,001, artinya dari 1000 orang hanya 1 yang mempunyai
minat baca secara serius. Selain itu rata-rata nasional Indonesia dalam membaca
buku pertahun tidak sampai 1 buku per orang. Angka tersebut merupakan terendah
di kawasan Asia. Kita bandingkan dengan Malaysia misalnya, rata-rata nasional
Malaysia menghabiskan 3 judul buku pertahun perorang. Negara maju seperti
Jepang bisa menghabiskan 10 judul buku pertahun perorang. Data ini perkuat oleh
laporan Bank Dunia Nomor 16369-IND, dan studi IEA (International Association for the Evaluation of Education Achicievement)
di Asia Timur, tingkat terendah membaca dipegang oleh negara Indonesia dengan
skor 51,7, di bawah Filipina (skor 52,6), Thailand (skor 65,1), Singapura (skor
74,0), dan Hongkong (skor 75,5). Bukan
itu saja, kemampuan orang Indonesia dalam menguasai bahan bacaan juga rendah,
hanya 30 persen.
Selain
itu tulisan dalam bentuk buku yang dihasilkan secara Nasional di Indonesia juga
masih terendah dikawasan Asia. Data UNESCO 2012 menyebutkan jumlah buku yang
terbit pertahun di Indonesia sekitar 8000 judul/tahun. Bila kita bandingkan
dengan Negara tetangga Malaysia jauh diatas Indonesia yaitu 15.000 judul/tahun,
Vietnam 45.000 judul/tahun, Jepang mencapai 100.000 judul/tahun.
Berdasarkan keadaan objektif di atas, ditambah kondisi subjektif di dalam diri mahasiswa yang semakin terseret hedonisme, maka sudah menjadi konsekuensi logis bagi kita semua untuk mulai menumbuhkan kembali tradisi literasi. Tanpa adanya tradisi literasi yang massif maka tidak akan muncul nalar-nalar kritis yang bermanfaat bagi umat. Tanpa adanya nalar kritis dalam tubuh mahasiswa, maka tidak akan ada lagi Munir-Munir yang baru, tidak ada lagi penerus Nurcholis Madjid. Maka meminjam kata-kata dari seorang filsuf : orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Silahkan kirim tulisan rekan-rekan bisa dalam bentuk essay singkat, cerpen, puisi, yang akan masuk dalam kolom opini. Atau tulisan analisis yang lengkap seperti jurnal, artikel, makalah, yang akan masuk dalam kolom kajian. Topik dan tema bebas asalkan tidak bertentangan dengan nilai keislaman, kebangsaan dan tidak terindikasi plagiasi. Khusus untuk tulisan kajian harus memenuhi kaidah penulisan ilmiah. Editor hanya bertugas mereview redaksional dan tidak akan mengubah isi tulisan, jadi tulisan merupakan tanggungjawab mutlak penulis.
tulisan bisa dikirim ke :
Email : harapanmuliainsani@gmail.com
Subject : Kategori tulisan (opini/kajian)
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Best Regards,
A.N
Call for Article
Written By harapanmuliainsani on Selasa, 01 Agustus 2017 | Agustus 01, 2017
Label:
Call for Article,
opini


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !